Laman

Senin, 25 Juni 2012

Ringkasan Aplikasi dan Penerapan e-bisnis sebelum UAS 2012 BINUS

Silakan di-copy-paste dan pergunakan secara maksimal. Jika bermanfaat, doakan saja penulis masuk surga. Amin..

Mediafire link: http://www.mediafire.com/?ocrcvbke4gwix19

Pertemuan 15 – Change Management (1)

Isu yang terjadi pada Change management : 
- Jadwal - apa saja tahapan yang cocok untuk memperkenalkan perubahan?
- Anggaran - bagaimana kita membiayakan e-business?
- Sumber daya yang dibutuhkan - jenis sumber daya apa yang kita butuhkan, apa saja tanggung jawab mereka dan di mana kita mendapatkan mereka?
- Struktur organisasi - apakah kita perlu merevisi struktur organisasi?
- Mengelola dampak perubahan pada pekerja - apa cara terbaik untuk memperkenalkan skala besar e-business perubahan ke karyawan?
- Teknologi untuk mendukung perubahan e-business - peran knowledge management, groupware dan intranet dijelajah.
- Pendekatan manajemen risiko – sebagai bentuk penggerak perubahan e-business.

Faktor kunci dalam mencapai perubahan:

Tantangan yang harus dihadapi dalam mentransformasi e-business
Poin-poin yang membantu dalam mencapai perubahan :
-Management buy-in : sebuah prasyarat yang ditentukan secara bersama dalam suatu transaksi penjualan atau pembelian yang berkenaan dengan akuisisi, merger, dan pengambil-alihan suatu korporasi dengan akibat pergantian pada seluruh anggota manajemen yang dinilai dibawah standar harapan.
-Manajemen proyek yang efektif : proses yang dapat mengatur dan mengendalikan anggota-anggotanya sehingga koordinasi antar pihak yang terlibat sesuai yang direncanakan.
-Tindakan untuk memikat / retensi (mempertahankan) staf : upaya yang digunakan untuk mengurangi tingkat stres sehingga mengurangi kadar ketidakpuasan karyawan
-Karyawan kepemilikan pada perubahan : perusahaan melakukan usha untuk memotivasi karyawan.
Tantangan yang terjadi pada sell-side e-commerce
Strategi kerangka kerja 7S : Strategy, Strukture, System, Staff, Style, Skill, Superordinate goals.

Kunci tantangan dalam pemasaran e-business :

-Bagaimana memperoleh anggaran dan buy-in (komitmen pada keputusan)
-Konflik pada kepemilikan
-Koordinasi dengan saluran yang berbeda
-Pengelolaan dan integrasi informasi pelanggan
-Pencapaian dalam pelaporan yang terpadu
-Membangun tim digital spesialis
-In-sourcing vs Out-sourcing online marketing
-Perekrutan staff dan mempertahankannya

Perbedaan Jenis perubahan :
-Incremental - penyesuaian perubahan yang relatif kecil
-Diskontinu – Major transformation
-Organisasi - mencakup Incremental dan Diskontinu
-Antisipatif - memulai perubahan
-Reaktif - langsung respon untuk perubahan

Perencanaan Perubahan
-Proyek e-business harus membutuhkan pimpinan proyek
-Manajemen proyek yang efektif haruslah meliputi :
1. Estimasi (perkiraan)
2. Alokasi sumber daya
3. Jadwal dan rencana
4. Pengawasan

-Tahap-tahap pengembangan solusi bisnis :
1. Initiation : permulaan -> analisis kelayakan, perencanaan proyek, manajemen resiko dan perubahan
2. Prototyping : pembuatan bentuk dasar -> dimulai dari analisis, desain, pengembangan, sampai dengan pengujian dan hasil tinjau dimana tahap-tahap ini dapat berulang
3. Final implementation : dilakukan persetujuan pada pengujian, migrasi data dan beralih.
4. Maintenance : pemeliharaan -> pengawasan dan peningkatan

Kebutuhan SDM
-Mempertahankan staff : identifikasi tugas, jenis kemampuan, kepentingan tugas, kemandirian, dan timbal balik dari karyawan
-Outsourcing : Outside-in dan Inside-out
-4 tahap pada pertumbuhan dari struktur organisasi yang direvisi :
1. Ad hoc activity : aktivitas yang dapat diimprovisasi
2. Fokus kepada usaha
3. Formalisasi : memperluas peran kerja pada karyawan
4. Melembagakan kemampuan

Pertemuan 16 – Change Management (2)

Pendekatan yang dilakukan dalam mengelola perubahan :
-Collaborative : Kolaborasi – partisipasi secara luas dari karyawan
-Consultative : Konsultasi - manajemen pengambilan keputusan akhir
-Directive : Petunjuk - tim manajemen mengambil keputusan
-Coercive : Koersif - tim manajemen mengambil keputusan dengan jaminan yang sangat terbatas untuk karyawan

Knowledge Management
Manajemen pengetahuan : kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisa, meningkatkan dan membagikan pengertian dan pengalaman. KM juga bisa dikatakan sebagai teknik dan alat yang digunakan dalam menangkap dan menyebarluasan pengetahuan dalam sebuah organisasi.

Explicit dan Tacit knowledge (Pengetahuan yang jelas dan dipahami tanpa dikatakan) :
Eksplisit (jelas) - rincian proses dan prosedur. Pengetahuan eksplisit dapat segera rinci dalam prosedur manual dan database. Contohnya termasuk catatan pertemuan antara perwakilan penjualan dan pelanggan utama, prosedur untuk menangani permintaan layanan pelanggan dan proses manajemen pelaporan.
Tacit (dipahami tanpa dikatakan) – lebih kurang nyata dari pengetahuan eksplisit, ini adalah pengalaman tentang bagaimana untuk bereaksi terhadap situasi ketika variabel berbeda yang terlibat. Hal ini lebih sulit untuk merangkum pengetahuan ini, yang sering berada di kepala karyawan.

Kerangka kerja KM : 
-Identifikasi pengetahuan
-Membuat baru pengetahuan
-Menyimpan pengetahuan
-Membagi pengetahuan
-Menggunakan pengetahuan

Kelas-kelas didalam aplikasi KM :
-Transactional : aplikasi help desk dan service
-Analytical : data warehouse dan data mining untuk aplikasi CRM
-Asset Management : dokumen dan konten manajemen
-Process Support : TQM, benchmarking, BPR, Six Sigma
-Developmental : peningkatan kemampuan staff, kompetensi – pelatihan dan e-learning
-Innovation & Creation : komunitas, kolaborasi, dan virtual teamwork.

Alat alternatif untuk mengelola pengetahuan :
-Alat penangkap pengetahuan : Mind maps
-Tehnik berbagi pengetahuan : chat
-Alat pengiriman pengetahuan : email
-Knowledge storage : database
-Electronic document management system
-Expert system

Risk Management
Manajemen resiko : evaluasi resiko yang berpotensial, mengembangkan strategi untuk mengurangi resiko dan mempelajari mengenai resiko yang akan datang.

Tahap manajemen resiko :
-Identifikasi resiko : meliputi kemungkinan dan dampaknya
-Identifikasi solusi yang mungkin bisa digunakan pada resiko tersebut
-Implementasi solusi sasaran pada dampak tertinggi, yang lebih kepada resiko
-Pengawasan resiko untuk menjadi pembelajaran suatu saat resiko muncul lagi




Pertemuan 17 – Analysis & Design for E-business (1)

Analisis untuk E-business
-Menggunakan tehnik analitikal untuk menangkap dan merangkum kebutuhan pada pengguna dan bisnis itu sendiri.
-Memahami pemrosesan dan alur dari informasi untuk meningkatkan layanan
-Informasi adalah agen koordinasi dan kontrol dan berfungsi sebagai lem yang menyatukan organisasi, waralaba, rantai pasokan dan saluran distribusi. Seiring dengan material dan arus sumber daya lain, arus informasi juga harus ditangani secara efektif dalam setiap organisasi. (Pant and Ravichandran, 2001).
-Workflow management (manajemen alur kerja) : Alur kerja merupakan bentuk otomatisasi dari proses bisnis, baik seluruh atau sebagian selama dokumen, informasi atau tugas yang telah selesai dari satu peserta kepada yang lain untuk tindakan selanjutnya, menurut seperangkat aturan prosedural. Contoh : Pemesanan liburan, Menangani koplain pelanggan, menerima order
-Untuk perusahaan B2B, alur kerja aplikasi E-business meliputi : alur kerja administrasi dan alur kerja produksi.

Process modeling
Proses : bagian dari sistem yang mana secara jelas mendefinisikan tujuan atau sasaran dan secara jelas pula mendefinisikan input dan output.
Proses berdasarkan aktivitas (Activity-base process) definisi & metode : alat analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara tugas didalam proses bisnis.
Sering menggunakan metode hierarki dalam membentuk :
1. Segala proses beserta unsur bagian sub nya.
2. Ketergantungan diantara proses
3. Input (sumber daya) yang dibutuhkan dalam proses dan output-nya
Contoh dekomposisi tugas :
1. Level 1. Business Process
2. Level 2. Activities
3. Level 3. Tasks for ‘ensure listing obtains’
4. Level 4. Sub-tasks
Simbol yang digunakan didalam process chart :

Elemen event-driven process chain (EPC) model

Data modeling
Tahap :
1. Identifikasi entitas
2. Identifikasi atribut dari suatu entitas
3. Identifikasi hubungan antara entitas


Identifikasi entitas :
1. Entitas menentukan kelompok secara luas dari informasi seperti informasi tentang seseorang, transaksi atau produk. Contohnya termasuk pelanggan, karyawan, pesanan penjualan, pesanan pembelian. Ketika desain diimplementasikan desain masing-masing akan membentuk tabel database.
2. Entitas merupakan kelompok dari data yang terkait, misalkan entitas pelanggan. Diimplementasikan kedalam tabel.
3. Database table tiap database terdiri dari beberapa tabel
Identifikasi atribut :
1. Entitas memiliki properti yang berbeda yang biasa disebut dengan atribut dimana mendeskripsikan karakteristik dari instansi tunggal pada entity. Seperti contoh, entitas pelanggan memiliki nama, nomor telepon dan enail. Ketika desain diimplementasikan tiap atribut akan membentuk sebuah field untuk satu instansi, dan kompulan dari field untuk 1 instansi dari entitas seperti pelanggan tertentu akan membentuk record.
2. Atribut sebuah properti atau karakteristik pada entitas, diimplementasi sebagai field.
3. Record (catatan) sebuah kumpulan dari field untuk satu instansi dalam entitas, misalkan pelanggan bernama Smith.
Identifikasi hubungan :
1. Hubungan antar-entitas membutuhkan identifikasi yang mana field digunakan untuk menghubungkan tabel. Seperti pelanggan pada pemesanan. Primary key bertindak sebagai identitas unik tiap instansi dan secondary-key digunakan sebagai penghubung dari PK tersbut.
2. Relationship menjelaskan bagaimana tabel yang berhubungan bersifat berbeda. 

Pertemuan 18 – Analysis & Design for E-business (2)

Desain dalam E-business :
Arsitektur desain didalam sistem E-business :
1. Client-server model
2. Three-tier client-server
3. Thin Client
Client/ Server arsitektur – pemisahan fungsi :
1. Data storage. Bagian pokok dalam server. Biasanya menyimpan session tracking.
2. Query processing.
3. Display.
4. Application logic.
User-centred site design
-Desain yang berdasarkan optimasi pengalaman pengguna menurut segala faktor, meliputi user interface yang mana dapat berpengaruh.
-Usability (kegunaan) : konsep utama didalam desain user-centred dimana diaplikasikan kedalam analisis dan desain untuk jangkauan produk menjelaskan semudah apa bagi pengguna.
Pengujian usability mencakup :
1. Identifikasi representasi pengguna bila situs memiliki tugas yang spesifik
2. Menanyakan ke mereka untuk melakukan tugas spesifik seperti mencari produk
3. Mengamati apa yang mereka lakukan & bagaimana bisa sukses
Desain evluasi : Efektivitas, Produktivitas, dan Kepuasan

Use Case Analysis
Metode use case dalam analisis proses dan modeling dikembangkan sebagai bagian dari pengembangan object-oriented. Merupakan bagian dari Unified Modeling Language (UML).
Permodelan use case : pendekatan user-centred untuk kebutuhan modeling sistem
UML merupakan bahasa yang digunakan untuk menentukan, membayangkan, dan mendokumentasikan sebuah sistem berbasis object-oriented.

Tahap dalam membuat use case :
1. Identifikasi aktor
2. Identifikasi use case  (peran)
3. Aktor yang terkait pada peran
4. Mengembangkan skenario use-case
Site design issues
-Style dan kepribadian + desain -> apakah mendukung brand
-Site organization -> cocok dengan apa yang dibutuhkan pengunjung
-Navigasi -> jelas, simpel, dan konsisten
-Desain halaman -> jelas, simpel, dan konsisten
-Desain konten -> mengikat dan relevan
Desain keamanan untuk E-business
-Autentikasi -> Apakah transaksi diklaim oleh pihak yang sah ?
-Privacy & Confidentiality ->apakah data transaksi terlindungi ?
-Integrity -> Memeriksa bahwa pesan yang terkirim tidak rusak
-Availability -> bagaimana ancaman yang berlanjut dan kinerja sistem bisa dieliminasi ?
-Non-repudiation -> menjamin pengirim tidak bisa mengelak apa yang telah dikirim

Desain keamanan untuk E-business (2)

-Mengelola virus komputer
-Informasi Mengontrol layanan penggunaan
-Pemantauan komunikasi elektronik
-E-mail manajemen
-Hacking
-"Phishing"
-Serangan DOS
-Transaksi e-commerce yang aman
-Pendekatan untuk mengembangkan sistem yang aman
-Pendekatan saat ini untuk keamanan e-commerce

Pertemuan 19 – Implementation & Maintenance (1)
Alternatif dalam memperoleh sistem E-business
Isu implementasi sistem :

1. Teknik akuisisi
2. Alat implementasi situs
3. Manajemen konten dan pemeliharaannya
4. Perubahan sistem
5. Lokalisasi
6. Evaluasi dan pengawasan

Urutan pelaksanaan dan pemeliharaan untuk aplikasi e-bisnis yang dinamis


Pilihan pada sistem akuisisi :
1. Bespoke Development. Sistem e-commerce yang dikembangkan dari awal.
2. Off-the-shelf (dikemas). Sebuah sistem yang ada dibeli dari vendor solusi. Dalam konteks e-bisnis pendekatan ini sering dicapai dengan hosting eksternal melalui penyedia layanan aplikasi.
3. Tailored off-the shelf development. Sistem tanpa modifikasi yang disesuaikan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Kriteria utama untuk memilih solusi pada sumber dari sistem :

1. Fungsionalitas
2. Kemudahan dalam penggunaan
3. Kinerja
4. Skalabilitas
5. Kesesuaian terhadap interoperabilitas
6. Kemungkinan diperpanjang (Extenibility)
7. Stabilitas dan keandalan (reliabilitas)
8. Keamanan
9. Dukungan

Pengembangan konten web-based dan layanan
-Static web content (web yang konten informasinya tidak berubah-ubah)
-Dynamic web content (web yang menampilkan informasi terkini & up-to-date)
-Hypertext Markup Language
-HTML Tags
-HTML parameter

Mengembangkan dynamic web-content :

1. Javascript
2. Document Object Model
3. Validasi
4. VBScript
5. Perl
6. ASP
7. .NET
8. Common Gateway Interface (CGI)
9. ActiveX

Alat untuk mengembangkan website
-Aplikasi dasar teks dan grafis seperti Notepad dan Abode photoshop
-Aplikasi HTML editor khusus -> Ms Frontpage, Macromedia Flash
-Alat pengelola situs -> Abode Dreamweaver, ColdFusion, Fusion
-Content Management System (CMS) -> RedDot, Wordpress, Joomla
-Alat pengembangan e-Commerce website -> Prestashop, Magento, Drupal, osCommerce

CMS tersebut menyediakan :

1. struktur pembuat
2. link manajemen
3. Mesin pencari visibilitas
4. Input & sindikasi
5. Aplikasi versioning
6. Keamanan dan kontrol akses
7. Publikasi alur kerja
8. Pelacakan & pemantauan
9. Navigasi & visualisasi

Testing (pengujian)
Jenis-jenis testing :
1. Developer test (uji pengembangan) : uji tingkatan kode program yang dilakukan oleh developer modul
2. Feasibility Testing (uji kelayakan) : menguji pendekatan baru, biasanya pada tahap awal yang bertujuan untuk memastikan sudah diterima dalam hal pengalaman pengguna
3. Module (component) test : memeriksan modul secara individual bahwa telah sesuai dengan fungsi.
4. Integration testing : memeriksa interaksi antara kumpulan modul
5. System testing : memeriksa interaksi / hubungan antara semua modul didalam sistem
6. Database transaction taken : Apakah pengguna dapat mengakses database dan transaksi dijalankan sudah benar.
7. Performance / capacity testing : menguji kecepatan sistem pada saat beban tinggi
8. Usability testing : memeriksa apakah sistem mudah digunakan dan mengikuti standar user-centred design.
9. Acceptance tests : Menguji apakah sistem dapat diterima bagi pihak yang menugaskan itu
10. Content or copy testing : Menguji penerimaan salinan dari pandangan pemasaran

Changeover (Perubahan)

-Pembentukan database & migrasi data
-Perencanaan penyebaran (Deployment)

Pertemuan 19 – Implementation & Maintenance (2)

Manajemen konten beserta pemeliharaannya
-Menentukan frekuensi dan ruang lingkup untuk isi yang diperbarui
-Proses untuk mengelola pemeliharaan situs dan tanggung jawab untuk memperbarui
-Pemilihan Content management system
-Pengujian dan mengkomunikasikan perubahan yang dibuat
-Integrasi dengan sistem pemantauan dan pengukuran
-Mengelola konten dalam organisasi global
-Frekuensi dan lingkup dari pembaruan konten

Proses pemeliharaan dan tanggung jawab pada :
1. Proses perubahan konten yang rutin
2. Frekuensi pembaruan konten
3. Proses perubahan besar
4. Inisiatif untuk menjaga konten yang baru
5. Mengelola konten untuk situs global

Pendekatan & peningkatan kinerja pada sistem E-business

Tahap 1 : Membentuk sistem manajemen kinerja
Tahap 2 : Menentukan framework untuk metrik kinerja
1. Saluran promosi
2. Saluran perilaku pembeli
3. Saliran kepuasan
4. Salursn hasil
5. Saluran profitabilitas
Tahap 3 : Alat dan teknik untuk mengumpulkan metrik dan merangkum hasil
1. Mengumpulkan data aktivitas pengunjung
2. Membandingkan apel dengan jeruk ?
3. Mengumpulkan data hasil situs
4. Memilih alat analisis web (analytical tool)

Lima diagnostik kategori untuk pendekatan e-marketing dari framework

Perbedaan jenis data didalam sistem manajemen kinerja kepada internet marketing

Contoh aplikasi web analytical tool : Google analytics, Yahoo web analytics, IndexTools, Facbook insight

Penganggaran (Budgeting)
Keuntungan bisnis yang nyata
1. Mengurangi biaya
-Bahan promosi, termasuk katalog - kreatif, percetakan, kertas, distribusi
-Dukungan produk bahan - penciptaan, pencetakan, kertas, distribusi
-Infrastruktur atau lebih rendah pada biaya komunikasi - callls keluar lebih sedikit diperlukan
-Mendukung penghematan staf
-Staf penjualan tabungan
-mengurangi ketidakakuratan
-Biaya lebih rendah dalam mendukung saluran
2. Meningkatkan keuntungan :
-Penjualan baru untuk segmen geo-demografis yang baru
-Penetrasi / retensi / ulangi order
-Cross-sales pada pembeli yang ada
-Penetrasi / lintas penjualan ke pembeli baru dalam sebuah organisasi

Keuntungan yang tidak nyata :
1. Waktu yang lebih cepat untuk memasarkan : mengurangi pengenalan produk pada minggu ke-n
2. Meningkatkan kepuasan pelanggan / ekuitas merek : yang juga merupakan faktor tidak berwujud, bagaimana hal ini mempengaruhi retensi?
Biaya yang berwujud :
1. Physical cost -> hardware, software, biaya network
2. Biaya perencanaan
3. Biaya implementasi -> manajemen proyek, pengujian dan pengembangan software, migrasi data, pelatihan, dan promosi
4. Biaya operasional -> maintenance hardware & software, Maintenance wetwork, biaya teknisi staff, biaya konten teknisi maintenance, biaya manajemen staff, ongoing promotional cost.

Pertemuan 21 – Impact on Business Models
Analisis dampak IT


Mencari sebuah peluang / oportunitas
-Dapatkah TI mengubah dasar kompetisi?
-Dapatkah TI mengubah sifat hubungan dan keseimbangan kekuatan dalam hubungan pembeli-penjual?
-Dapatkah IT membangun barrier-to-entry?
-Dapatkah TI meningkatkan switching cost?
-Dapatkah TI menambah nilai produk atau layanan atau membuat yang baru?

Manajemen resiko
Elemen dari resiko implementasi proyek
1. Konsekuensi dari resiko
2. Dimensi Proyek mempengaruhi risiko yang melekat
3. Ukuran proyek
4. Pengalaman dengan teknologi
5. Struktur dari proyek

Pertemuan 22 – IT Impact on Organization

Dampak IT terhadap kemampuan
-Siklus bisnis terdiri dari dua proses
-Banyak perusahaan mencoba untuk merampingkan siklus bisnis dengan merampingkan proses operasi tanpa perampingan sesuai dari proses manajemen.
-Kuncinya adalah untuk menyederhanakan, mengintegrasikan, dan "waktu disinkronkan" baik operasi dan proses manajemen.
Apakah IT dapat berkolaborasi dan accountability ?
Pertemuan 23 – Choosing The Appropriate Strategy for The Internal Organization of E-Business Activities
“Make-or-buy” decision in E-business
Make-or-buy decision merupakan langkah perusahaan dalam membuat strategi dimana peusahaan memilih apakah memproduksi  sesuatu sendiri atau membeli dari pihak luar. 
Pertimangannya :
1. Transaksi pasar
2. Kontrak jangka panjang
3. Aliansi
4. Induk atau anak perusahaan
5. Produksi internal
Alasan memilih ‘make decision’ :
1. Hubungan kuat antara aktivitas operasional
2. Jaminan kerahasiaan informasi
3. Biaya transaksi yang tinggi
Alasan memilih ‘buy decision’ :
1. Skala ekonomi yang tinggi
2. Persyaratan modal yang tinggi
3. Specialized know-how
4. Higher efficiency of the open market
Memilih struktur organisasi untuk aktivitas e-Business
Memisahkan keorganisasian e-bisnis, keuntungannya :
1. lebih fokus
2. Lebih fleksibilitas dan keputusan lebih cepat
3. Budaya enterpreneurial
4. Akses ke modal ventura (pembiayaan modal)
Organisasi E-business yang terintegrasi, keuntungannya :
1. Membuat Merek yang terpercaya
2. berbagi informasi
3. Cross-promotion
4. Pengaruh pembelian
5. Efisiensi distribusi
6. Layanan pelanggan bersama

Pemecahan (dekonstruksi) Value chain melalui internet
-Pemisahan ekonomi dari hal-hal (barang berwujud) dan ekonomi informasi (barang digital).
-The blow-up of the trade-off between richness and reach.
Perbedaan alasan mengapa dekonstruksi mungkin tidak sesuai dalam perusahaan :
-Kurangnya hubungan antara kegiatan eksternal dan internal yang dilakukan.
-Meningkatkan pemusatan / konvergensi serta kemudahan dalam keterbatasan.
Unbundling the Corporation over the Internet
-Tiga inti utama bisnis:
1. inovasi produk
2. infrastruktur manajemen
3. Manajemen hubungan pelanggan (CRM)

Pengelolaan konflik antara saluran distribusi yang online & offline

Pertemuan 24 – Internal Analysis: E-Business Competencies as Source of Strengths and Weaknesses

Memahami kompetensi utama dari e-business
Tujuan dari perumusan strategi:
1. Untuk memposisikan sebuah usaha e-business
2. Memanfaatkan peluang-peluang
3. Diberikan oleh lingkungannya
4. Menghindari risiko yang terkena.

Competence vs. Core Competence
Competence adalah kombinasi sumber daya yang berbeda dan kemampuan:
1. Sumber: semua aset berwujud dan tidak berwujud dari sebuah perusahaan yang dapat digunakan dalam proses penciptaan nilai.
2. Kemampuan: kemampuan suatu perusahaan untuk menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif.
Core ceompetence adalah kompetensi yang harus dipertimbangkan sebagai inti yang :
1. Valuable (berharga)
2. unik
3. Sulit untuk ditiru
4. Berharga di berbagai produk pasar
Analisis dampak internet pada Value chain
Menganalisis rantai nilai perusahaan:
1. Tampilan ekonomi yang berbeda
2. Menyediakan diferensiasi potensi tinggi
3. Hadir biaya yang cukup besar
IT Value Chain (Value Chain Porter) :
-Aktivitas utama (primary activities) :
1. Inbound logistik
2. Operasi
3. Outbound logistik
4. Pemasaran & penjualan kegiatan
5. Layanan purna jual (after-sales)
Dukungan Kegiatan (support activities) :
1. Infrastruktur perusahaan
2. Manajemen Sumber Daya Manusia
3. Pengembangan Teknologi
4. Pengadaan
Bergerak di luar Rantai Nilai untuk Jaringan Nilai (network value)
Mitra kerja utama didalam jaringan nilai :
1. Rantai nilai mitra upstream
2. Rantai nilai mitra downstream
3. Strategis inti mitra rantai nilai
4. Non-strategis layanan mitra
5. Mengintegrasikan rantai nilai

Pertemuan 25 – Strategy Options in E-Business Markets

Memahami dasar dari keuntungan kompetitif dalam e-business
Keuntungan kompetitif : kemampuan perusahaan untuk melakukan strategi pencapaian peluang profit melalui maksimalisasi penerimaan  dari investasi yang dilakukan dari pesaingnya.
-Apakah rasio harga / manfaat yang perusahaan tawarkan lebih baik dari rasio harga / manfaat kompetitor terbesarnya ?
-Apakah nilai yang perusahaan tawarkan kepada pelanggan dan pentingkah bagi mereka?
-Apakah biaya perusahaan untuk membuat produk (atau jasa) yang lebih rendah daripada biaya yang dibebankan?
-Apakah ini posisi menguntungkan berkelanjutan ke masa depan?
-Penciptaan manfaat, seperti yang dirasakan oleh pelanggan, menyajikan satu elemen inti dari pengambilan keputusan strategis; pada dua jenis manfaat :
1. Mereka yang pelanggan anggap sebagai fitur ambang
2. Mereka yang mereka anggap sebagai faktor penentu keberhasilan
Meneliti pemandangan pilihan strategi untuk e-bisnis
- Strategi cost leadership : posisi biaya lebih rendah vs kedekatan keuntungan
1. Skala ekonomi
2. Lingkup ekonomi
3. Faktor biaya
Strategi diferensiasi : preferensi personal, tempat, dan waktu
1. Berwujud sumber manfaat konsumen: produk / kualitas layanan, tingkat kustomisasi produk atau layanan, kenyamanan, kecepatan pengiriman, jangkauan produk
2. Berwujud sumber manfaat konsumen: merek, reputasi
Strategi outspacing :
1. Pengembangan teknologi baru
2. pemborosan
3. Skala ekonomi dan efek belajar
Mengembangkan strategi alternatif :
-Keunggulan kompetitif yang kita tuju?
-Dimana bilakita ingin mencapai keunggulan kompetitif?
-Bagaimana kita ingin mencapai keunggulan kompetitif?
-Faktor :
1. Kinerja
2. Biaya
3. Segmen pasar
4. Pemain baru / lama

Pertemuan 26 – Creating and Capturing Value Through E-Business Strategies and The Value-Process Framework

Value-process framework (VPF) untuk strategi e-business
-Menciptakan nilai (creating a value) :
1. Penggunaan nilai yang dirasakan
2. nilai yang diciptakan
3. biaya
-Menangkap nilai (capture a value) :
1. Penggunaan nilai yang dirasakan
2. nilai yang diciptakan
3. biaya
4. Surplus konsumen
5. harga
6. Nilai yang ditangkap (surplus produsen)
-Integrasi analisis manajemen strategi melalui VPF
Value chain analysis & the VPF (Value Process Framework)
5 forces analysis & VPF
1. Five forces analysis (porter) :
-Ancaman produk pengganti
-Ancaman pesaing
-Ancaman pendatang baru
-Daya tawar pemasok
-Daya tawar konsumen

Mengapa dilakukan analisis sebelum implementasi :
1. Untuk mengetahui proses sistem sebelum berjalan
2. Memahami kebutuhan user
3. Proses mengetahui proses bisnis atau kebutuhan user dalam merancang sistem
-Analysis & design difokuskan untuk melihat sisi dari pelanggan (pelayanan)
-Data flow memudahkan programmer untuk mengubah kedalam aplikasi
-Workflow (alur kerja) -> didalam B2B / B2C yang menggambarkan proses bisnis seperti proses pemesanan.
Kenapa mendaftar anggota sebelum menggunakan Shopping cart ?
1. Filtering security (dengan memberikan data probadi pada saat registrasi, dengan ketentuan data valid)
2. Meminimalisasi proses yang terjadi (tidak perlu memasukkan data pribadi berulang).
3. Pendataan anggota
Process modeling :
1. Process activity
2. Task analysis
3. Flow process chart
Data modeling :
1. ERD
User-centred site design
1. Relationhip between actor & use case


Credit to: Uun Gutama - Sistem Informasi & Manajemen 2008